Ilustrasi: perairan Labuan Bajo (Foto: dwi damarnesia / Unsplash)
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mengeluarkan maklumat pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan di perairan Taman Nasional Komodo dan bagian selatan Selat Sape, Nusa Tenggara Timur.
Maklumat ini diterbitkan menyusul peringatan dini dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang. BMKG memperkirakan angin bertiup dari arah barat laut hingga barat daya dengan kecepatan 17 hingga 22 knot pada 10 dan 11 Oktober 2026. Tinggi gelombang diprediksi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, bahkan bisa lebih tinggi di perairan terbuka.
KSOP juga memetakan sepuluh titik yang dinilai rawan, yaitu perairan Pulau Kelor, Batu Tiga, Selat Molo, Selat Padar, perairan Pulau Komodo, Pulau Luwu, Pulau Kerangga, Pulau Mauwang, Pulau Tatawa, dan Pulau Siaba Kecil. Lokasi-lokasi tersebut dikenal memiliki arus pasang surut yang kuat, pusaran air, serta karang yang membahayakan navigasi.
Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menegaskan pihaknya tidak akan ragu menunda keberangkatan kapal bila kondisi laut tidak aman. Syahbandar berwenang menahan penerbitan surat persetujuan berlayar demi keselamatan penumpang dan awak kapal.
Para nakhoda diwajibkan memastikan kapal laik laut, memantau cuaca secara mandiri, dan memberikan pengarahan keselamatan sebelum berlayar. Kapal juga dilarang berlayar pada malam hari. Pelaku usaha wisata bahari diminta menyampaikan informasi ini kepada para wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan Komodo.
Sumber: CNN Indonesia
Komentar
Posting Komentar