Ilustrasi: membaca buku sendirian (Foto: Blaz Photo / Unsplash)
Orang introvert kerap dicap antisosial karena lebih memilih menyendiri ketimbang hadir di tengah keramaian. Padahal, anggapan itu tidak sepenuhnya tepat. Introvert sebenarnya hanya memiliki cara berbeda dalam mengelola energi dan menjalin hubungan dengan orang lain.
Bagi introvert, berada di tengah kelompok besar bisa menguras tenaga. Suara musik yang keras, banyaknya percakapan, dan orang yang lalu-lalang dapat memicu rangsangan berlebih sehingga mereka cepat merasa kewalahan. Karena itu, setelah bersosialisasi, mereka butuh waktu sendiri untuk mengisi ulang energi, misalnya dengan membaca, menulis, atau mendengarkan musik.
Introvert juga cenderung lebih menghargai kualitas daripada kuantitas pertemanan. Mereka lebih nyaman berbincang dalam kelompok kecil yang tenang dan mendalam dibanding menghadiri banyak acara sekaligus. Tak sedikit pula yang kurang menikmati basa-basi dan lebih suka obrolan bermakna.
Di keramaian, introvert biasanya mengamati situasi terlebih dahulu sebelum ikut terlibat. Sikap inilah yang membuat mereka sering terlihat pendiam. Ajakan bertemu yang serba mendadak pun bisa terasa mengganggu karena mereka perlu waktu untuk menyiapkan diri.
Tekanan dari lingkungan agar introvert lebih aktif bergaul justru bisa membuat mereka merasa harus mengubah diri. Padahal setiap orang punya batas kenyamanan masing-masing. Memahami perbedaan ini penting agar hubungan dengan teman, keluarga, maupun rekan kerja yang introvert bisa terjalin lebih nyaman.
Sumber: CNN Indonesia
Komentar
Posting Komentar