Ilustrasi: lorong hotel berkarpet (Foto: Mohamed Jamil Latrach / Unsplash)
Karpet di kamar hotel memang membuat suasana terasa hangat dan nyaman. Namun para ahli mengingatkan agar tamu tidak berjalan tanpa alas kaki di atasnya, karena karpet bisa menyimpan berbagai kuman dan kotoran yang tak kasatmata.
Profesor mikrobiologi klinis dari Universitas Leicester, Primrose Freestone, menjelaskan karpet menjadi tempat menumpuknya debu dari sepatu, serbuk sari, spora jamur, hingga residu pestisida. Sementara itu, ahli virologi Universitas Arizona, Charles P. Gerba, menyebut karpet hotel juga bisa menampung remah makanan, sel kulit mati, tungau, dan berbagai patogen.
Beberapa kuman yang kerap terbawa alas kaki ke karpet antara lain bakteri MRSA yang dapat menyebabkan infeksi kulit, E. coli pemicu gangguan pencernaan, serta norovirus yang bisa bertahan lama di serat karpet. Saat seseorang berjalan atau memindahkan barang, partikel tersebut dapat kembali terangkat ke udara lalu terhirup atau menempel di kulit.
Masalahnya, penyedot debu biasa sering tidak mampu mengangkat kuman yang tersembunyi di serat terdalam. Menurut pakar desain interior hotel, staf kebersihan juga kerap tidak punya cukup waktu untuk membersihkan karpet secara mendalam setiap kali tamu berganti.
Untuk berjaga-jaga, gunakan sandal atau kaus kaki selama di kamar, terutama jika ada luka di kaki. Hindari meletakkan makanan dan pakaian langsung di lantai, serta biasakan mencuci tangan sebelum makan. Jika memungkinkan, pilih kamar berlantai kayu, ubin, atau vinil yang lebih mudah dibersihkan.
Sumber: CNN Indonesia
Komentar
Posting Komentar