Ilustrasi: mobil di pelabuhan ekspor (Foto: PortCalls Asia / Unsplash)
Pemerintah China akhirnya bersedia menahan laju ekspor mobil hybrid ke Uni Eropa. Keputusan ini diambil untuk meredam ketegangan dagang yang dikhawatirkan berkembang menjadi perang tarif terbuka antara kedua kekuatan ekonomi tersebut.
Kesepakatan dicapai dalam perundingan dua hari di Beijing antara Menteri Perdagangan China Wang Wentao dan Kepala Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic. Kementerian Perdagangan China menyebut pertemuan itu berjalan sukses dan menjadi babak baru penyelesaian perbedaan melalui dialog, dengan tetap berpegang pada aturan WTO.
Menurut Sefcovic, ekspor mobil hybrid asal China ke Eropa berpotensi turun lebih dari separuh dalam proyeksi empat tahun mendatang. Langkah ini diharapkan memberi ruang bernapas bagi produsen otomotif Eropa yang selama ini tertekan oleh membanjirnya mobil China berharga lebih murah.
Persoalan ini tak lepas dari besarnya surplus perdagangan China terhadap Uni Eropa yang disebut mencapai sekitar 1 miliar euro per hari. Eropa kerap menuding Beijing memberi subsidi berlebihan kepada industrinya. Di sisi lain, pabrikan China agresif mencari pasar baru karena permintaan di dalam negeri sedang melemah.
Selain soal mobil, China juga berkomitmen tetap memasok komoditas penting ke Eropa, termasuk mineral tanah jarang yang dibutuhkan industri teknologi. Komitmen ini meredakan kekhawatiran Eropa sejak Beijing menerapkan syarat lisensi ekspor tahun lalu. Kedua pihak dijadwalkan kembali bertemu pada Maret mendatang.
Sumber: CNN Indonesia
Komentar
Posting Komentar