Ilustrasi: gunung api mengeluarkan asap (Foto: Polina Koroleva / Unsplash)
Status Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dinaikkan menjadi Siaga atau Level III setelah gunung api tersebut mengalami erupsi pada Jumat (9/10) malam. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung memastikan wilayahnya belum terdampak langsung.
Kepala BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, menjelaskan berdasarkan pemantauan citra satelit melalui BMKG Lampung hingga Sabtu (10/10) pagi, belum terpantau sebaran abu vulkanik yang mencapai daratan Lampung. Hujan yang beberapa kali turun juga dinilai dapat membantu mengurangi dampak jika abu terbawa angin ke wilayah tersebut.
Seiring kenaikan status, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati atau beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. BPBD mengingatkan sejumlah potensi bahaya, seperti lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga erupsi susulan yang dapat terjadi ketika lava panas bersentuhan dengan air laut atau air hujan.
Warga juga diminta bersiap menghadapi kemungkinan erupsi yang berlangsung lama. Salah satunya dengan menyediakan masker dan memakainya sesuai tingkat paparan abu di lingkungan masing-masing.
Selain itu, BPBD mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Warga diajak tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan instansi berwenang dan memantau perkembangan resmi melalui Pusdalops BPBD Provinsi Lampung atau sumber tepercaya lainnya.
Sumber: CNN Indonesia
Komentar
Posting Komentar