Iklan Atas (970x90)

Iklan baru 970 x 90

Iklan Atas Artikel (728x90)

Iklan 728 x 90

Hati-hati Ikut Tren Makan Mentega Langsung, Ini Risikonya Menurut Ahli Gizi

Admin

Admin

- dibaca
Gambar utama
Hati-hati Ikut Tren Makan Mentega Langsung, Ini Risikonya Menurut Ahli Gizi

Ilustrasi: mentega (Foto: Sorin Gheorghita / Unsplash)

Media sosial belakangan diramaikan tren makan mentega secara langsung. Ada yang mengoleskannya sangat tebal di roti, menyantapnya begitu saja, hingga menambahkan balok mentega utuh ke dalam masakan. Meski terlihat menggugah selera, ahli gizi mengingatkan agar masyarakat tidak asal ikut-ikutan.

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Sri Anna Marliyati, menjelaskan lemak merupakan zat gizi yang sangat padat energi. Setiap satu gram lemak menghasilkan sekitar 9 kilokalori, sehingga mengonsumsi mentega dalam jumlah besar bisa membuat asupan energi melonjak dengan cepat. Mentega juga didominasi lemak jenuh.

Dalam jangka pendek, makanan tinggi lemak dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga memicu rasa begah, mual, atau gangguan pencernaan. Pada orang dengan batu empedu, konsumsi lemak berlebih bisa memicu nyeri perut karena kandung empedu dipaksa berkontraksi.

Jika kebiasaan ini dilakukan berulang, kadar lemak darah seperti trigliserida berpotensi meningkat dan dalam jangka panjang menaikkan risiko penyakit jantung serta gangguan metabolik. Kelompok yang perlu ekstra hati-hati antara lain penderita kolesterol tinggi, penyakit jantung, obesitas, diabetes, dan perlemakan hati.

Sri menegaskan mentega tidak harus dihindari sepenuhnya karena mengandung vitamin A dan B12. Namun, nutrisi tersebut juga bisa diperoleh dari susu, telur, ikan, dan sayuran. Asupan lemak harian dianjurkan sekitar 20 hingga 30 persen dari total energi, dengan memprioritaskan lemak tak jenuh dan menerapkan pola makan gizi seimbang.

Sumber: CNN Indonesia

Share Link

Komentar

Komentar

Terkait

Terkini

 

Iklan Bawah Gambar (728x90)

Iklan 728 x 90

Iklan Parallax 300x250 (setelah paragraf 3)

Ruang Iklan Parallax 300 x 250

Iklan Tengah Artikel 1 (336x280, setelah paragraf 5)

Iklan 336 x 280

Iklan Tengah Artikel 2 (setelah paragraf 10)

Iklan 336 x 280

Iklan Bawah Artikel (728x90, sebelum Share)

Iklan 728 x 90

Ikuti Saluran Resmi Kami

Ikuti Saluran Resmi Kami

Iklan Samping Kiri (160x600, layar lebar)

Iklan 160 x 600

Iklan Samping Kanan (160x600, layar lebar)

Iklan 160 x 600

Iklan Sticky Bawah HP (320x50)

Iklan 320 x 50