Ilustrasi: wafer chip semikonduktor (Foto: Laura Ockel / Unsplash)
Proyek mobil nasional memasuki tahap baru. Badan Pengelola Investasi Danantara menugaskan PT Len Industri (Persero) memimpin pengembangan chip otomotif berbasis kecerdasan buatan (AI) yang akan digunakan pada kendaraan buatan dalam negeri.
Dalam proyek ini, Len diberi keleluasaan untuk menggandeng perusahaan perancang arsitektur chip. Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, menjelaskan kebutuhan semikonduktor pada kendaraan modern sangat besar, yakni minimal 600 hingga 700 chip untuk satu unit mobil. Hal itu ia sampaikan dalam acara LEN Technology Day di ITB Innovation Park, Bandung.
Penugasan ini melanjutkan peran Len sebelumnya sebagai pelaksana pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas). Penunjukan itu tertuang dalam surat tugas Menteri Sekretaris Negara tertanggal 12 Agustus 2026 yang merujuk arahan Presiden dalam rapat terbatas pada Juli. Kemenperin menyebut Len berperan sebagai integrator utama program tersebut.
Meski demikian, tantangan terbesar pengembangan semikonduktor di Indonesia adalah ketersediaan tenaga ahli. Untuk mengatasinya, Danantara menargetkan pelatihan dan sertifikasi sedikitnya 15 ribu insinyur semikonduktor dalam tiga hingga empat tahun ke depan, bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti ITB.
Sigit menyebut Danantara menjalankan strategi segitiga yang mempertemukan industri, investasi, serta pusat riset dan sumber daya manusia. Kawasan ITB Innovation Park diharapkan menjadi tempat bertemunya kalangan industri dan peneliti untuk melahirkan inovasi teknologi nasional.
Sumber: CNN Indonesia
Komentar
Posting Komentar