Ilustrasi: grafik pergerakan saham (Foto: Maxim Hopman / Unsplash)
Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia menyatakan siap masuk ke pasar saham domestik ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang tertekan. Meski begitu, Danantara menegaskan langkah tersebut murni keputusan investasi dan bukan upaya menjaga stabilitas pasar.
Kepala Investasi Publik Danantara Investment Management, Rani Piputri, menjelaskan pembelian saham dilakukan bila valuasinya dinilai menarik. Menurutnya, peluang itu biasanya muncul ketika penurunan indeks dipicu sentimen luar negeri yang sifatnya sementara.
Sikap ini disampaikan di tengah kekhawatiran investor bahwa MSCI akan menurunkan status Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perbatasan (frontier market) bulan depan. Danantara membuka kemungkinan membeli lebih banyak saham jika keputusan itu memicu aksi jual besar-besaran, tentu setelah melalui uji tuntas.
Sejauh ini unit investasi publik Danantara telah menanamkan sekitar US$3 miliar dan berencana menambah US$1 miliar hingga akhir tahun. Portofolionya didominasi saham sebesar 65 persen, disusul instrumen pendapatan tetap 30 persen dan hedge fund 5 persen. Sekitar seperempat dana ditempatkan di pasar dalam negeri.
Managing Director Danantara, Pahala Mansury, menargetkan imbal hasil 200 hingga 300 basis poin di atas biaya modal yang saat ini berada di level 5,35 persen. Ia juga menyebut dividen BUMN sebesar Rp120 triliun berpeluang tetap dikelola Danantara, meski keputusan akhirnya masih dibahas bersama Kementerian Keuangan.
Sumber: CNN Indonesia
Komentar
Posting Komentar