Ilustrasi: evakuasi korban banjir (Foto: Iqro Rinaldi / Unsplash)
Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menerjunkan tim untuk mengevakuasi warga yang terjebak di rumah masing-masing.
Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut hingga malam itu masih ada belasan warga yang terjebak dan menunggu dievakuasi. Pihaknya memprioritaskan penyelamatan warga terlebih dahulu sebelum melakukan pendataan kerusakan.
Dua kecamatan tercatat mengalami dampak paling parah, yakni Kuranji dan Koto Tangah. Di Kuranji, kawasan Guo Lapau Munggu menjadi titik terparah. Sementara di Koto Tangah, banjir paling parah terjadi di kawasan perumahan Lumin Park dan Kampung Apa. Sejumlah wilayah lain juga terdampak, meski kondisinya tidak separah kedua kecamatan tersebut.
Kompleks perumahan Lumin Park di Lubuk Minturun bukan pertama kali diterjang banjir. Kawasan itu pernah mengalami bencana serupa pada akhir November 2025.
Banjir juga melumpuhkan sebagian arus lalu lintas. Air masih menggenang tinggi di beberapa ruas jalan, termasuk Jalan By Pass di depan RS Siti Rahma yang tidak bisa dilalui kendaraan. Kemacetan panjang pun terjadi di sekitar kawasan pemakaman umum Tunggul Hitam.
Hingga laporan ini disusun, BPBD belum merilis data resmi mengenai jumlah korban maupun kerugian karena proses evakuasi masih berlangsung. Warga di daerah rawan diimbau tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi.
Sumber: CNN Indonesia
Komentar
Posting Komentar